Tuesday, September 11, 2007

Reuni 14A

"tuiing"
tiba-tiba ada ajakan conference dari temen kantor lama....
dengan campuran rasa ragu, heran, surprise, aku accept invitation-nya..

dan ramailah chatt room dengan celotehan para alumni 14A siang tadi...ber-say hello..nanya kerja dimana, bidang apa, masing-masing kasih website company, ceng-cengan model dulu kala masih bareng - bareng...

teringat diri pada "jaman keemasan" lalu, dimana bisa tertawa tanpa hentakan sembilu dibalik paru - paru...
saat diri boleh melaju maju tanpa rantai memaku

menyerapah pada kekurangberuntunganku
namun menyukuri rahmat dibalik itu

Thursday, September 06, 2007

it's life, my fiend!


walking around the crowd, watching the environments....
am humming a song, -spirit song-, to get myself calm down
remembering the moments i shared with you, folks...those are precious moments along my life. when i decided to cut off my past, that's not include you, sure.

what a journey i am driving now..
so many flavor: sweet, bitter, sour, crisp, spicy.....
but those melted in one taste: yummy!
yes, all the experiences i have are important things that make me growing up, maturer and wiser.

yesteryear, yesterday, i was on the top
but today might be aside..hopefully never be downed

within the whole, i have YOU in the right behind
guarding, escorting me taking the journey

when everyone's leaving, YOU keep guarding
when everyone's judging, YOU keep pouring YOUR love and caring
when everyone's mocking, YOU keep appreciating
when everyone gives nothing, YOU keep providing

it's life, my friend!
life that fill us with types of experience
life that drive us to be nearer to HIM
life that make us alive!

Wednesday, September 05, 2007

I forgive you....


Apakah arti mengampuni?
Apakah kalau engkau merasa sudah gak marah itu berarti sudah mengampuni?
Apakah kalau perasaan jengkel, sakit hati, dihina, kecewa dsb itu "hilang" berarti sudah siap mengampuni?
Ataukah kau merasa bisa lebih mengerti dan memahami itu berarti emgkau sudah mau mengampuni?
Adakah jaminan bahwa kemarahan, kekecewaan, kejengkelan, kesakithatianmu dan sebagainya itu tidak akan muncul lagi dan mengaduk -aduk emosimu, memporakporandakan bangunan yang kamu sebut sebagai "pengampunan"?

Mengampuni adalah menggunting pita yang berisi kepahitan, membuangnya, tanpa keinginan untuk mengingatnya dalam kemarahan,dan maju kedepan dengan penuh rasa damai.

Kalau tiba - tiba ingat kepahitan itu dan sakit lagi, bagaimana?
Kalau ternyata seiring perkembangan waktu dan kejadian ternyata malah membangkitkan emosi yang hampir surut, bagaimana?
Kalau ternyata masih ada ketakutan yang tidak sekedar membayangi, bahkan menghantui, langkah kedepan, bagaimana?

Mengampuni itu ternyata susaaaaahhhhh.....banget, Bro!
Menggunting kepahitan itu gak mudah....bahkan tanpa sadar kita sering "lebih rela" diperbudak kepahitan itu sehingga emosi kita hancur lebur dan tenggelam dalam gudang cara berfikir negatif.

So, sebelum mengampuni orang yang telah melolohimu dengan kepahitan yang mendera emosi, lebih baik kau kenal dirimu terlebih dahulu. Urailah setiap rasa sakit yang kau punya, celupkan dalam rasa manis KASIH dan DAMAI yang kau punya, sampai tak terasa lagi pahitnya. Setelah kau usai dengan seluruh kepahitanmu, langkahkan kaki untuk menjabat dia yang telah menorehimu kepahitan itu. Semoga dengan demikian kau akan bisa melangkah kedepan tanpa hentakan rasa sakit yang menyengat emosi dan harga dirimu, sehingga kau tak kan terseret dalam kemarahan kembali.

Bahwa ternyata mengampuni itu prosesnya lama, dan gak mudah, karena kita ini manusia yang ber-emosi berubah - ubah, fluktuatif....so, forgiving is a journey.

"What so amazing about Grace" by Philip Yancey and "Forgive and Forget" by Lewis B. Smedes inspire me to do forgiveness in the right way.

click these:

http://www.calvin.edu/academic/philosophy/virtual_library/articles/smedes_lewis_b/five_things_everyone_should_know_about_forgiving.pdf

Tuesday, September 04, 2007

Jilat saja!


Aaaarrgghh...pagi - pagi aku udah ngedumel sendiri.
Selalu saja begini...heran dengan bangsa sendiri yang suka menyulitkan bangsa sendiri.
Karena aku ini seorang sekretaris boss yang mesti melakukan telpon kesana - kesini entah untuk urusan meeting arrangement-lah, telp si anu untuk confirm wawancara, telpon Mister A untuk minta kontrak, telpon Miss C untuk tanya bla, bla, bla.... Dan secara aku bekerja di media dimana menggunakan bahasa Inggris (para juragan pun bukan orang dewek) dengan rate A+ readers, urusan menelpon seringkali adalah mau bicara dengan direktur anu, president or vice president of anu company, Mr. X si bule yang jadi konsultan company anu, dst....maka tak jarang (nyaris selalu) aku pasti berhadapan dengan Sang Sekretaris yang jadi filter bagi setiap orang yang mau bertemu tuannya. Untuk Sang Tuan yang notabene wong Indonesia, seringkali kalo si Sekretaris denger aku dari media dan bermaksud untuk anu anu anu, dengan cepat si Sekretaris bilang "oh media ya...iklan?? kirim proposal dan fax aja ke nomor ini..." atau "media?ada apa ya? urusan iklan ya? aduh mbak, kayaknya kita belum mau beriklan ni..." (sok tau kan, padahal tidak mau nawarin iklan banged ikke telpon...), atau bisa juga "wah, Mr. Y sedang sibuk mbak, gak bisa diganggu..sampai 3 minggu ini schedulnya dah penuh"...yang mana semua berujung pada penolakan, tanpa dikasih kesempatan untuk menjelaskan maksud per-kontak-an ini. Bagi perusahaan yang juragannya bau keju, baru nyampai di operator aja udah di halau..apalagi sampai Sekretarisnya, susyaaahh...deh mau ngomong sama The Juragans! Kalau alasannya make sense si OK aja, tapi seringnya dengan nada sok tau dan maha penting, si Sekretaris bilang kalau juragannya lagi sibuk, gak bisa diganggu. Kalau perlu apa - apa bilang aja sama si Sekretaris. Darimana sih? Mau apa sih? email Sekretaris aja deh, nanti di forward..dst...

Itu baru mau ngomong...bayangkan kalau minta email atau no. hape-nya...Ooooooohhh....dengan lantangnya si Sekretaris bilang "sorry, emailnya gak sembarangan dikasih ke orang", "wah gak bisa mbak, itu personal" (emang kalau personal trus juragannya gak email rekan bisnisnya???)

Aduh emaaakkk.....sepanjang pengalamanku berhubungan dengan orang - orang atau perusahan - perusahaan diluar negeri, sangat amat mudah mendapatkan email company dan cellphone number The Juragans. Mereka dengan enteng memberikan, tanpa prasangka. Karena buat mereka, email company dan cellphone (company) adalah alat untuk memperlancar bisnis company-nya..
Terbalik di Indonesia. Dengan alasan gak jelas, para juragan sangat sulit ditembus (lebih - lebih media yang menurut mereka "mata iklan" en alias iklan minded alias gak ada lain selain nawarin iklan, yang bikin para budak alergi. Kalau cara menyampaikannya friendly sihgak nyesek yang denger... kalau yang nyampein dengan nada sombong ("inget ya mbak, jabatannya adalah Counselor, bukan Cultural Attache..Counselor JAUUUHHHH lebih tinggi dari Cultural Attache...tapi maaf, beliau sibuk jadi aku gak bisa jadwalin miting sama mbak"...begitulah salah satu budak yang merespon telponku pagi ini).

Busyeeeett... para seduluurrrr, saudaraku sebangsa dan setanah air.....ayo dong jangan narrow minded gini. Masa si sama bangsa sendiri mempersulit? Kalau bukan orang penting di RI, akan sulit ketemu juragannya...apalah kami bangsa media, yang jualan iklan melulu...

Hmm...jilat saja terus bokong juraganmu dan injek aja terus saudaramu, biar gendut perut dan sakumu!